Thursday, May 10, 2007
Tuesday, March 06, 2007
Bencong
.....
Jadi cowok jangan kayak bencong
Bisanya cuma tawuran
Heh! Langsung dahi gw mengrenyit mendengar itu. Sexist banget sih lagu ini. Menghina banget sih ke para bencong? Aneh! Emangnya ada ya bencong yang tawuran? Setau gw sih yang tawuran itu ya emang cowok. Cowok2 SMA, cowok2 kuliahan... Pokoknya yang tawuran itu selalu cowok. Bukan cewek dan bukan bencong.
Trus jadi inget pas masa2 kuliah dulu. Pas tahun2 awal, di deket kampus gw yang tenang damai (Kampus Psikologi gitu lho...jarang banget hingar bingar), terdengar suara gemuruh teriakan-teriakan. Ternyata, anak2 Geologi mau tawuran ama anak2 Kehutanan. Nah, tuh. Kurang cowok apa sih anak2 Geologi dan Kehutanan? Udahlah gondrong, awut2an, bau badan, baju jarang ganti... Kurang macho gimana coba? Hehe...itu sih kayaknya bukan definisi macho ya, tapi eniwei cuma cowok kan yang sering kayak gitu. Ada sih cewek2 yang begitu , tapi jaraaaaaaang banget.
Pokoknya, intinya gitu deh. Yang tawuran tuh emang cowok. Gw ga pernah liat ada bencong tawuran. Hiiih...pasti lebih ngeri dari cowok tawuran tuh, kalo ada bencong yang tawuran. Gw juga jarang liat ada cewek yang tawuran. Catfight antar cewek sih lebih sering diliat daripada cewek tawuran.
Jadi, gw protes berat tuh ama lirik lagu yang dinyanyiin pengamen tadi. Kenapa sih orang suka ngehina bencong kayak gitu? Karena mereka kurang maskulin dan lebih feminin dibanding cowok? Oh, ayolaaah... Kalo itu gara2nya, berarti itu penghinaan buat cewek juga dong. Orang yang kurang maskulin kan bukan orang yang lebih rendah derajatnya. Hari gini masih berpendapat kayak gitu? Ketinggalan seribu tahun tuuh.
Lagian banyak juga lho cowok yang takut bencong, jadi kalo diadu satu lawan satu bisa2 yang cowok malah kalah atau lari duluan. Trus banyak juga cowok2 yang takut ama cewek, apalagi cewek yang udah mak-mak. Pasti pada gentar tuh lawan mak-mak.
Gw ngelantur banget ya. Gila nih gw!
Kemaren, gw cerita lanturan ini ke Bert. Trus reponnya cuma gini, "Yes, I'm agree with you, Bert. You're CRAZY!
Thursday, January 25, 2007
I'm Amazed!
You Should Be An Aquarius |
![]() What's good about you: philosophical and idealistic, you are a great thinker What's bad about you: you require a lot of space - it's hard to get close to you In love: you're quirky and playful, but you hate to be smothered In friendship, you're: likely to have many acquaintances and very few good friends Your ideal job: pilot, snow boarder, or science fiction writer Your sense of fashion: unconventional, unique outfits that turn heads You like to pig out on: anything with garlic or unique spices |
Tuesday, January 16, 2007
Sok-sok Mo Nge-review Nih...

Woohoo.. Long time no see... Miss me, anyone?
Ga ada ya? Yasud lah, gapapa. Gw sadar diri kok kalo blog ini udah lama ga diupdate.
Eniwei, barusan gw nonton High School Musical. Telat banget ya. Abis walopun udah sering liat covernya film ini di flower city dan rental2 dvd, entah kenapa gw selalu ragu2 buat nonton, apalagi beli. Takut jelek lah, kacangan lah, kurang oke lah. Banyak alesan deh. Tapi, akhirnya malam ini gw nyewa dvdnya dan gw tonton.
Kesan pertama, hmm... lagunya enak, bisa nih buat karaoke-an. Trus, dua orang ini suaranya bagus (yang jadi Troy Bolton dan Gabriella Martez), tapi bener ga ya ini suara asli mereka. Soalnya kentara banget, bo, kalo nyanyinya di dubbing. Kualitas suaranya beda. Lalu... yang jadi Troy ini mulutnya lebar banget ya. Kesan ini gw dapet di awal2 film, sekitar chapter 1-3 lah, kalo milih nontonnya dari chapter selection.
30 menit kemudian... Ok, ini adalah film yang sama sekali tidak mengutamakan jalan cerita. Kayaknya di film ini yang penting NYANYI! Operet banget deh. Jadi inget operet lebarannya Titik Puspa jaman SD dulu. Ga masalah, masih menghibur kok. Lagian antara cerita dan lagu-lagunya masih nyambung. Ga kayak film Biarkan Bintang Menari, yang kata temen gw antara cerita dan lagunya ga pas dan dipaksain. Itu kata temen gw lho! Bukan kata gw, soalnya begitu denger kayak gitu gw langsung memutuskan untuk ga nonton Biarkan Bintang Menari. Heheh.
Lanjuut...trus nonton...masih nonton...pipis bentar...lanjut nonton lagi...
Dengan cerita yang sangat sederhana dan sangat ketebak, alurnya sungguh lumayan. Konflik2nya ada beberapa dan dibuat mengalir dengan enak. Well, rata-rata konflik yang ada pendek-pendek. Konflik muncul, jeder! Scene berikutnya, penyelesaian konflik. Waktunya abis buat nyanyi sih. Yah, namanya juga film musikal, kan ada tuh di judulnya.
Trus, konflik utama muncul. Jadi gini, Troy itu bintang basket ganteng di sekolah, sedangkan Gabriella, yang anak baru, adalah science geek yang cantik. Keduanya ketemu di acara tahun baru di suatu tempat liburan, dimana mereka didaulat buat nyanyi. Ternyata, keduanya punya suara emas, seperti angsa yang ada di cerita Jack dan Kacang Polong Ajaib yang bertelur emas. Hah?! Pertemuan berikutnya terjadi di kelas Literatur di East High Wildcats. Btw, nama sekolahnya aneh ya. Tadinya gw pikir itu nama tim basket sekolah itu aja. Tapi, ternyata enggak. Eh, ato iya ya? Ah, sutralah. Hiih, udah lama banget ga denger orang ngomong 'sutralah'. Hwehe. Trus gw jadi inget film Speed. Soalnya jaketnya Sandra Bullock ada tulisan Wildcats-nya juga. Dan wildcats di situ bukan nama high school, tapi nama tim olahraga entah basket, hoki, ato football di suatu kampus di Amrik. Heh, jadi panjang gini distreknya.
Sampe mana tadi? Oya, di kelas Lit itu gurunya ngumumin soal audisi buat acara winter musicale, yang ternyata berjudul Twinkle Town. Hiiiyh... namanya kok kurang 'musicale'. Trus, di sekolah itu ada kakak beradik ce-co, Sharpay (nama apa sih ini? kok aneh?) dan Ryan siapa-gitu, yang selalu jadi bintang drama sekolahan sejak TK. Kayak Ashley dan Mary-Kate Olsen ya... (latar belakang suara drum: dis-dis-dis-dis-distrek jes jes) Otomatis dong, kalo duo kembar ini daftar buat audisi bintang utama. Troy dan Gabriella sendiri antara nggak dan iya buat ikutan audisi. Ternyata mereka lolos audisi dan dapet callback. Trus dengan liciknya duo kembar itu menghasut guru dramanya buat mundurin jadwal callback biar bareng ama jadwal lomba basketnya Troy dan science decathlon-nya Gabriella. Ini dia nih konflik utamanya, gimana caranya supaya Troy dan Gabriella bisa ikut semuanya. Singkat cerita, mereka bisa ikut callback, lomba basketnya menang, lomba sciencenya juga menang. Trus mereka SEMUA nyanyi-nyanyi. Mereka semua tuh: anak2 basket, tim cheerleader, the geeks, para penonton basket, dan semua anak2 drama. Dan ga cuma nyanyi-nyanyi, mereka juga nari2. Sebenernya dari awal juga gitu sih, tapi pas adegan yang terakhir ini kok diliat-liat malah kayak film india gitu yak? Beneran lho! Jadi, 2 pemeran utamanya nari di depan. Trus temen2nya yang lain melakukan tarian yang sama di belakang mereka.
Trus, tiba2 suara nyanyi-nyanyinya ilang selama sekitar semenit dan dvdnya kepotong. Damn! Dvd sialan! Untung ceritanya gampang ketebak dan lagu2 ama tariannya ga keren2 amat, jadi gw masih rela ga bisa nonton ampe abis.
Oya, ada lagi yang keinget. Guru dramanya itu Drama queen banget deh. Masa di kelas Literatur/dramanya, kursi gurunya diset kayak panggung gitu. Jadi, instead pake meja-kursi guru biasa, yang dipake adalah kursi empuk yang ada senderan punggung dan tangannya gitu. Apa yah namanya? Pokoknya kelas itu mengingatkan gw ama kelas Ramalannya Harry Potter. Ga ganggu sih, cuma aneh aja.
Yang agak ganggu tuh pas Troy-Gabriella nyanyi di callback. Suaranya tetep oke, lagunya tetep bagus, tapi dubbingnya telat sepersekian detik aja lah. Ga enak diliat banget deh. Soalnya keliatan mulutnya Gabriella masih mangap pas suaranya udah abis. Heh! Dan hal ini berulang lagi di lagu yang berikutnya... dan berikutnya... Ugh!
Jadi, kalo disuruh ngasih rating, gw akan memberikan "Phooey-Phooey-Phoo". Hehhehe..kayak Grover di Sesame Street. Ato buat yang terbiasa ngasih bintang-bintang, gw akan memberikan 2 1/2 bintang dari 5 bintang. Abis, film ini biasa aja sih. Menghibur... tapi biasa. Lagunya enak... tapi biasa. Lagian gw masih ga terlalu yakin apakah itu bener2 suara mereka. Ada kemungkinan kalo itu emang bener2 suara mereka, kalo mereka itu adalah anak2 Mickey's Club (ato apa sih nama benernya?). Itu lho, club bikinannya Disney buat anak2 yang isinya nyanyi2, nari2 dan acting. Britney Spears, Christina Aguilera dan Justin Timberlake kan alumni club itu. Adiknya Britney, si Brittany, kan juga anggota club itu.
Monday, December 11, 2006
Everybody's Free (to wear sunscreen)
Ladies and Gentlemen of the class of ’97... wear sunscreen.
If I could offer you only one tip for the future, sunscreen would be it.
The long term benefits of sunscreen have been proved by scientists; whereas the rest of my advice has no basis more reliable than my own meandering experience.
I will dispense this advice.
Enjoy the power and beauty of your youth. Never mind. You will not understand the power and beauty of your youth until they have faded. But trust me, in 20 years you’ll look back at photos of yourself and recall in a way you can’t grasp now how much possibility lay before you and how fabulous you really looked.
You are NOT as fat as you imagine.
Don’t worry about the future; or worry, but know that worrying is as effective as trying to solve an algebra equation by chewing bubblegum. The real troubles in your life are apt to be things that never crossed your worried mind; the kind that blindside you at 4pm on some idle Tuesday.
Do one thing every day that scares you.
Sing.
Don’t be reckless with other people’s hearts, don’t put up with people who are reckless with yours.
Floss.
Don’t waste your time on jealousy; sometimes you’re ahead, sometimes you’re behind. The race is long, and in the end, it’s only with yourself.
Remember compliments you receive, forget the insults; if you succeed in doing this, tell me how.
Keep your old love letters, throw away your old bank statements.
Stretch.
Don’t feel guilty if you don’t know what you want to do with your life. The most interesting people I know didn’t know at 22 what they wanted to do with their lives, some of the most interesting 40 year olds I know still don’t.
Get plenty of calcium.
Be kind to your knees, you’ll miss them when they’re gone.
Maybe you’ll marry, maybe you won’t, maybe you’ll have children, maybe you won’t, maybe you’ll divorce at 40, maybe you’ll dance the funky chicken on your 75th wedding anniversary. Whatever you do, don’t congratulate yourself too much or berate yourself, either. Your choices are half chance, so are everybody else’s. Enjoy your body, use it every way you can. Don’t be afraid of it, or what other people think of it, it’s the greatest instrument you’ll ever own.
Dance.
Even if you have nowhere to do it but in your own living room.
Read the directions, even if you don’t follow them.
Do NOT read beauty magazines, they will only make you feel ugly.
Get to know your parents, you never know when they’ll be gone for good.
Be nice to your siblings; they are your best link to your past and the people most likely to stick with you in the future.
Understand that friends come and go, but for the precious few you should hold on. Work hard to bridge the gaps in geography in lifestyle because the older you get, the more you need the people you knew when you were young.
Live in New York City once, but leave before it makes you hard; live in Northern California once, but leave before it makes you soft.
Travel.
Accept certain inalienable truths, prices will rise, politicians will philander, you too will get old, and when you do you’ll fantasize that when you were young prices were reasonable, politicians were noble and children respected their elders.
Respect your elders.
Don’t expect anyone else to support you. Maybe you have a trust fund, maybe you'll have a wealthy spouse; but you never know when either one might run out.
Don’t mess too much with your hair, or by the time you're 40, it will look 85.
Be careful whose advice you buy, but, be patient with those who supply it. Advice is a form of nostalgia, dispensing it is a way of fishing the past from the disposal, wiping it off, painting over the ugly parts and recycling it for more than it’s worth.
But trust me on the sunscreen.
Text comes from a column from Mary Schmich, who wrote it for the Chicago Tribune. Over the internet Baz Luhrman got attention of it. He's the director of "Romeo and Juliet" and "Strictly Ballroom". Baz set the text to music together with the actor Lee Perry (vocals).
*speech yang menyenangkan hati, keren, kocak, lucu, dan indah (kata beberapa orang di klabaca). gw senang membagikan ini kepada banyak orang. semoga yang baca juga merasa senang kayak gw.... :D